Tampilkan postingan dengan label Tulisan ISD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan ISD. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Desember 2011

Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan #1

Kebudayaan Yang Telah Memudar



            Pada kebudayaan ini sebelumnya kita harus mengetahui apa itu kebudayaan? Menurut penertian dari ”selo sumarjan dan sulaiman. s”. Kebudayaan merupakan hasil budi daya manusia, ada yang mendefinisikan sebagai  semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan dan selanjutna cipta merupakan kemampuan berpikir kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan.

         Kebudayaan paling sedikit memiliki 3 wujud antara lain :
  1. wujud sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan dan sejenisnya. Ini merupakan wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, lokasinya aa dalam pikiran masyarakat dimana kebudayaan itu hidup
  2. kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat
  3. kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia

            Di Indonesia sebagian besar penduduknya yang bertempat tinggal di kota, sudah hampir melupakan kebudayaan yang telah turun - menurun yang diwariskan oleh nenek moyangnya. Padahal kebudayaan itulah yang menjadi ciri khas dari bangsa Indonesia sendiri, tetapi karena perkembangan zaman yang telah maju dan modern masyarakat Indonesia hapir sudah tidak lagi memikirkan hal tersebut. Mereka selau sibuk dengan fasilitas perkembangan teknologi yang sudah mulai maju dan tidak sempat untuk memikirkan kebudayaan tersebut apa lagi untuk mewariskan kepada anak dan cucunya. Adanya perubahan dalam kebudayan inilah penyebab dari memudarnya suatu budaya dari suatu bangsa itu sendiri, masyarakat yang hanya mementingkan diri sendiri dan sudah hilangnya rasa jiwa sosialnya adalah ciri masyarakat pada zaman sekarang ini. Walaupun tidak semua masyrakat bersifat seperti itu.
           
Ada  pun beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
  1. kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
  2. orang kota paa umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
  3. pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
  4. kemungkinan-kemungkinan  untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
  5. interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripaa factor pribadi.
  6. pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
  7. perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

Dan sebaliknya pada masyarakat desa atau pedalaman yang masih mengikuti dan meneruskan  kebudayaan yang telah diturunkan atau diwariskan olah para nenek moyangnya. Di Indonesia kebudayaan yang telah memudar itu diantaranya adalah tatakrama dan sopan santu terhadap sesama orang lain ,yang sudah mulai tidak terlihat lagi.
Dalam bidang kesenian kebudayan yang sudah memudar itu contohnya adalah pada anak-anak muda yang tidak mengetahui musik-musik daerahnya sendiri atau pun tarian-tarian yang sejak dahulu telah ada hingga sampai saat ini.

             Akibatnya yang terjadi adalah seperti pada beberapa saat yang lalu pada saat Negara Malaysia menghak patenkan tarian Reok Ponorogo menjadi tarian asli Negara Malaysia. Tetapi untung saja pada saat itu Indonesia mengetahuinya dan merebut kembali tarian yang berasal dari Bali-Indonesia itu dan langsung menghak patenkan tarian tersebut. Dan masih banyak lagi kebudayaan yang telah memudar itu.

            Dari pelajaran tadi kita seharusnya sebagai warga Negara Indonesia yang tercinta bisa menggambil pelajaran dari kesalahan tersebut dan dapat terus melestariakn kebudayan-kebudayan asli Indonesia agar dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang. Walaupun dengan kemajuan zaman pada saat sekarng ini.

Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan #2

Masyarakat Moderen Dan Sampah Masyarakat


            Sebelumnya pasti kalian semua sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan masyarakat itu bukan?. Masyarakat adalah suatu kesatuan kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Tekanannya disini terletak pada adanya pranata sosia, tanpa pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur. Pranata sosial disini dimaksudkan sebagai perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok.

·        Masyarakat modern.
Penduduk yang telah terjadi didalam masyarakat pada zaman ini telah menjadi masyarakat yang telah berubah dalam berbagai aspek diantaranya terlihat dalam pola berfikirnya yang telah mulai maju untuk menemukan sesuatu hal atau penemuan yang baru untuk diteruskan oleh para generasi penerusnya, yang dimana ini bisa disebut juga dengan masyarakat modern. Karya masyarakat yang menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, yang diperlukan manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk kepentingan masyarakat banyak.
Masyarakat modern bisanya selalu berfikir positif dan terus mencari tahu suatu hal yang dapat mereka perbaharui lebih baik lagi, dengan terus berusaha dan berusaha berkompetisi dengan cara yang sehat yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang terbaik.


·        Sampah masyarakat.
 Masyarakat pada zaman sekarang ini tidak semua yang pola berfikirnya seperti pola berfikirnya pada masyarakat modern, melainkan ada yang bersantai-santai saja dalam hidupnya untuk tidak berfikir lebih dalam lagi untuk kehidupan yang akan datang dan juga bisanya ia hanya mengandalkan orang yang dapat dipercayainya untuk bisa terus hidup lebih lama lagi. Masyarakat yang seperti ini bisanya hanyalah menjadi sampah dalam masyarakat saja yang bisa merepotkan orang banyak.. Jadi kita bisa dapatkan sampah masyarakat itu ialah orang yang malas membangun dirinya untuk menjalani kehidupannya, dan hanya bersenang-senang saja tanpa adanya usaha yang dapat menguntungkan orang banyak. Dan hanya terbawa oleh kesenangan dunia untuk sesaat.

Dalam pola berfikir masyarakat yang seperti ini dan dari semua fakta yang telah terjadi sebenarnya hanyalah masyarakat yang terbawa oleh perubahan zaman atau bisa disebut dengan “terbawa olah zaman” dan juga tidak memikirkan suatu hal untuk melangkahkan hidupnya lebih baik lagi. Seperti halnya dengan air  yang hanya mengikuti arus air yang deras.


Rasa yang meliputi jiwa manusia mewujudkan sega norma dan nilai masyarakat yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasarakatan  alam arti luas., didalamnya termasuk, agama, ideology, kebatinan, kenesenian dan semua unusr yang merupakan hasil ekspresi dari jiwa manusia. Yang hidup sebagai anggota masyarakat. Selanjtunya cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan piker dari orang yang hidup bermasyarakat dan yang antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan. Rasa dan cipta dinamakan kebudayaan rohaniah. Semua karya, rasa dan cipta dikuasai oleh karsa dari orang-orang yang menentukan kegunaannya, agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar, bahkan seluruh masyarakat.

            Dari pengetian tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan ari pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi, untuk memenuhi segala kebutuhannya serta mendorong terwujudnya kelakuan manusia itu sendiri.Atas dadar itulah  para ahli mengemukakan adanya unsure kebudayaan yang umumnya diperinci menjadi 7 unsur yaitu :

  1. unsur religi
  2. sistem kemasyarakatan
  3. sistem peralatan
  4. sistem mata pencaharian hidup
  5. sistem bahasa
  6. sistem pengetahuan
  7. seni

Individu, Keluarga dan Masyarakat.

Rahasia di Balik Kepribadian


          Sebelumnya kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan kepribadian? Definisi dari kepribadaian yaitu merupakan keseluruhan prilaku yang menggambarkan identitas khusus bagi seseorang, dengan identitas yang khas tersebut tergambar dari prilakunya yang konsisten dan juga konsekuen dalam kehidupan kesehariannya.
Kepribadian ialah tingkah laku dan etika kita didalam kehidupan sehari-hari kita, yang dapat dinilai oleh seseorang baik atau buruknya kepribadian tersebut dengan dinilai dari segala faktor.

Adapun beberapa faktor dari pembentuknya kepribadian yaitu :
a)      Warisan biologis.
Yang merupakan bahan mentah yang dapat dibentuk dengan berbagai cara sesuai denagn keinginan yang diharapkan.
b)      Lingkungan fisik.
Perbedaan perilaku kelompok disebabkan oleh perbedaan iklim, topografi dan lingkungan dari alam sekitar.
c)      Kebudayaan.
Setiap masyarakat mengembangkan kepribadiannya berdasarkan cocok atau tidaknya dengan suatu kebudayaaan.
d)     Pengalaman kelompok.
Tanpa adanya dari pengalaman kelompok ini pembentukan kepribadian seseporang pun tidak akan sempurnya dalam kepribadiannya
e)      Pengalaman unik.
Yaitu pengalaman yang berbeda dengan orang lain dan pada sebuah keluarga sekalipun.
Setiap anak tidak akan memperoleh pengalaman yang sama.

Didalam kepribadian unsur-unsurnya ada 3 yaitu:
·         Pengetahuan
·         Perasaan
·         Dorongan naluri

Isi dari unsur-unsur kepribadian kepribadian.

o   Berbagai macam kebutuhan individu.
1) Kebutuhan organik yang bersifat positif. misal: makan,minum,istirahat dsb
2)   Kebutuhan organik yang bernilai negative karena tidak terpenuhi. misal: makan minum yang tidak lezat, kesulitan buang hajat dsb
3)      Kebutuhan psikologi yang bernilai positif. Yang meliputi: kehormatan,kepuasan dan kebanggan mencapai suatu tujuan
4)      Dorongan psikologi yang bernilai negatif. Misal: keteganagn, kebencian, malu dsb

o   Bermacam-macam hal dalam lingkungn individu.
1)      Identitas aku yang bersifat positif.
a.       Penggambaran mengenai badan sendiri
b.      Penggambaran mengenai anggota badan tertentu
c.       Penggambaran mengenai kelemahan pada badan sendiri
d.      Penggambaram menganai tentang pperhisan dan ornamen pada badan sendiri
2)      Identitas aku yang bersifat pisikologi
a.       Penggambaran mengenai watak sendiri, dan
b.      System perlamabangan mengenai diri sendiri
3)      Kesadaran individu dan lingkungn sosialnya.
a.       Orang-orang yang berada dalam hubungan mesra dan karib dengannya
b.      Orang-orang yang berhubungan denganya hanya berdasarkan asas guna
c.       Orang-orang yang dikenal tetapi tidak ada arti dalam lingkungan kehidupannya
d.      Orang-orang yang diketahui tetapi hanya ditanggapi dengan sikap masa bodoh


o   Berbagai cara untuk memperlakukan hal-hal dalam lingkungan diri sendiri untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri
a.       Berbagai cara, teknik, dan metode untuk memenuhi kebutuhan organic dan psikologi yang bersifat positif dan menghindari sifat negatif dari individu
b.      Berbagai cara, teknik, dan metode untuk memperkuat identitas Aku dari individu
c.       Berbagai cara, teknik, dan metode untuk berhubungan dan berinteraksi dengan berbagai manusia dalam kehidupan
d.      Berbagai cara, teknik, dan metode untuk memenfaatkan bermacam-macam binatang dan tumbuhan untuk keperluan individu
e.       Berbagai cara, teknik, dan metode untuk mendapatkan dan menguasai berbagai macam benda, kekuatan dan gejala-gejala alam yang berada disekitar individu

Pemuda dan Sosialisasi

Tentu kita ketahui Pemuda adalah golongan manusia manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda di Indonesia dewasa ini sangat beraneka ragam. Dan Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya degnan sistem sosial. Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu.


Peran pemuda dalam pembangunan bangsa ini dibedakan menjadi dua yaitu :
a)      Didasarkan denagn usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan yang memang kurang begitu baik. Pemuda yang mempunyai rasa tanggung jawab yang besar untuk membangun lingkungan disekitarnya yang lebih baik lagi. Dengan melihat keadaan sekitarnya pemuda ini mampu memberikan atas segala kemampuannya untuk menberikan sedikit pengetahuannya untuk anak – anak yang memang kurang mamapu untuk bisa belajar disekolah. Dengan diawali dari rasa keikhlasan tanpa pamrih pemuda ini merelakan waktunya untuk bisa melihat dan membangun dilingkungan sekitarnya. Tetapi pada zaman sekarang pemuda yang dikategorikan seperti ini jarang adanya kebanyakan hanyalah pemuda yang sudah terbawa oleh zaman dan egois dan sifatnya.
b)      Didasarkan atas usaha menolak menyesuaikan diri dengan lingkungan. Peran pemuda jenis ini dapat dirinci dalam tiga sikap, yaitu :
1.   Jenis pemuda “pembangkit” mereka adalah pengurai atau pembuka           kejelasan dari suatu masalah sosial. Pemuda yang seperti ini biasanya ia yang melakukan pembukan pembaharuan yang menghidupkan rasa kebangkitanya untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial yang ada dihadapanya.
2.   Pemuda - pemuda nakal. Mereka tidak berniat mengadakan perubahan, baik budaya maupun pada masyarakat, tetapi hanya berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan melakukan tindakan yang menguntungkan bagi dirinya, sekalipun dalam kenyataannya merugikan. Pemuda yang seperti ini hanyalah bisa menjadi sampah dalam masyarakat saja dan yang pastinya akan merugikan masyarakat sekitarnya dan bangsa itu sendiri.
3. Pemuda radikal. Mereka berkeinginan besar untuk mengubah masyarakat dan kebudayaan lewat cara-cara radikal, revolusioner. Pemuda radikal adalah pemuda yang mempunyai rasa keinginan yang besar untuk mengadakan adanya suatu perubahan dengan menggunakan cara yang memaksa atau radikal serta revolusioner.

            Dari penjelasan diatas adalah pengertian tentang pemuda dan proses sosialisasinya serta peranan pemuda dalam pembangunan bangsanya. Pemuda pembangun bangsa tidaklah hanya seperti apa yang dikatakan diatas tetapi masih banyak lagi sikap – sikap seorang pemuda untuk memajukan bangsanya dengan lebih baiklagi, dengan diawali niat dan rasa bertanggung jawab yang besar kita pun juga bisa melakukan hal tersebut untuk menyebarkan virus- virus positif bagi bangsa dan negara kita sendiri.

⸗ Sosialisasi Pemuda
Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial. Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu. Sosialisasi pemuda lebih kepada interaksi antar sesama masyarakat disekitarnya untuk melakukan pendekatan yang lebih dekat denag membawa hal-hal yang positif.denag sisstem social yang baik pemuda tersebut bisa membawa pengaruh yang positif untuk lingkungan sekitarnya walapun pemuda itu masih dalam tahap mencari pengalaman dan jatidirinya.

Asal mula timbulnya kedirian pada pemuda:
1.                Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan memperlakukan dirinya. Misalnya ia tidak disukai, tidak dihargai, tidak dipercaya.  
2.                Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirian yang ideal. Orang bersangkutan mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar memperoleh penghargaan dari orang lain.

Kebudayaan Hindu, Budha dan Islam

Sillahturrahim Lambang Agama


               Pada umumnya semua umat beragama walaupun itu berbeda-beda, mereka saling menerapkan sistem sillahturahim atau tali persaudaraan. Saling memepererat tali persaudaraan adalah salah satu dari bentuk tolak ukur ataupun itu juga sudah menjadi tradisi yang telah membudaya oleh setiap umat beragama lainnya.
Kejadiian ini biasanya terlihat pada umat manusia yang erat hubungannya dengan manusia lainya yang disebabkan karena saling ketergantungan kepada manusia yang lainnya dan juga karena ada hubungan yang erat antara satu dengan yang lainya seperti pada halnya antar sesama umat beragama yang sejenis, pada sudara sedarah daging atau orang yang mungkin sudah salah satu termasuk dalm kehidupan anda.
               Sillahturahim merupakan hawa-hawa yang sangat positif yang bisa meningkatkan pereratan hubungan antar umat manusia menjadi lebih baik lagi yang lebih harmonis tanpa adanya rasa keburukan yang diluar dari fikiran diumat manusia yang lainya. Biasanya sillahturahim terjadi pada saat hari raya besar pada setiap umat beragama lainnya untuk lebih mendekatkan diri kepada maha penguasa yang mereka percayai. Akan tetapi tidak hanya pada hari-hari tertentu saja umat beragama lainnya juga sering melakaukan hal tersebut kapan pun bila ia mau dan dengan adanya kesempatan. Untuk lebih bisa menjauhkann prasangka buruk antara umat sejanisnya dan untuk lebih mempererat tali persaudaraannya masing-masing.
Menuru islam ialah Sesungguhnya silaturahmi merupakan amal shalih yang penuh berkah, dan memberikan kepada pelakunya kebaikan di dunia dan akhirat, menjadikannya diberkahi di manapun ia berada, Allah swt memberikan berkah kepadanya di setiap kondisi dan perbuatannya, baik yang segera maupun yang tertunda. Keutamaannya sangat banyak, profitnya melimpah, buahnya matang, pohon-pohonnya baik yang memberikan makanannya di setiap waktu dengan izin dari Rabbi-Nya.

INSTITUSIONALISASI SOSIAL
               Didalam masyarakat dibedakan adanya : cara atau “usage” kelaziman (kebiasaan) atau “folkways”; tata kelakuan atau “mores”, dan adapt istiadat “costom”. Disamping norma-norma yang tidak tertulis dan bersifat informal ini, ada juga norma yang sengaja diciptakan secara formal dalam bentuk peraturan – peraturan hukum. Setiap norma, baik usage, folkways,costom ataupun peraturan hokum yang tertulis, mengikat setiap anggota untuk mematuhinya, hanya saja kekuatan pengikatnya berbeda.
               Proses institusionalisasi, yaitu suat proses yang dilewati oleh norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu lembaga kemasyarakatan, sehingga norma tersebut oleh masyarakt diterima, dihargai, dan kemudian ditaati dan dipatuhi dalam mengatur kehidupan sehai-hari.
Dari seorang ilmuan sosiologi yaitu Bapak Dr. Koentjaraningrat membagi lembaga sosial/pranata-pranata didalam kemasyarakatan menjadi 8 macam, yaitu :
  1. Pranata (domestic institutions), memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan.
  2. Pranata ( economic institutions), memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup
  3. Pranata (scientific institution), untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia
  4. Pranata (educational institutions), memenuhi kebutuhan pendidikan
  5. Pranata (aesthetic anda recreational institutions), untuk memenuhi kebutuhan ilmiah, menyatakan rasa keindahan dan rekreasi
  6. Pranata (religius institutions), memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan atau alam gaib
  7. Pranata (political institutios), memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara
  8. Pranata (cosmetic institutions), mengurus kebutuhan jasmaniah manusia.

Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan

Keunikan Masyarakat Desa


Didevinisikan dari menurut pandangan oleh beberapa ahli, desa diantaranya menurut Sukardjo Kartohadi adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemeritnahan sendiri. Menurut Bintaro desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan kultural yang terdapat disuatu daerah dalam hubungannya danpengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain. Sedangkan dalam arti luas masyarakat adalah ekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya.
Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.
Masyarakat harus mempunyai syarat-syarat berikut :
  1. Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak.
  2. telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama disuatu daerah tertentu
  3. adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju pada kepentingan dan tujuan bersama.

Ciri-ciri Masyarakat desa (karakteristik)
Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi “Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang memabagi sebagai ciri-ciri pada umumnya, diantaranya:
1.      Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
2.      Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.

3.      Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)
4.       Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
5.      Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.
Keunikan pada masyarakat desa itu sendiri ialah terdapat pada tingkahlaku atau kebisaan yang mereka lakukan setiap harinya, kebisaan itu muncul karena adanya faktor dari keturunan dan kepercayaannya terhadap nenek moyang, yang mana tradisi itu telah turun menurun diterapkan oleh anak cucunya pada kehidupaanya dan hingga sampai saat ini.
Keunikan didalam kebisaaannya itu bisa saja membawakan manfaat tradisi sendiri, kebiasan itu bisa terlihat dari beberapa aktivitas yang mereka lakukan setiap harinya, diantaranya kebisaan itu sbb :
Q      Kebisaan memakan sirih oleh orang lanjut usia, untuk meluangkan diwaktu senggangnya sekaligus ini bermafaat untuk memperkuat kualitas pada gigi tetapi dengan efek gigi menjadi hitam kemerah-merahan biasanya dengan ini tidak perlu menggosik gigi lagi.
Q      Membagikan hasil panenya kepada tetangga disekitar rumahnya untuk mempererat tali persaudaraan atau sekedar dinikmati bersama-bersama keluarga.
Q      Lebih memilih memasak dengan menggunakan kayu bakar walaupun pemerintah telah membagikan kompor dan tabung gas elpiji.
Q      Bentuk suatu rumah yang seragam yang bisa disebut dengan rumah adat.
Q      Masih mempercayai keadaan yang mistis yang dikolaburasikan dengan penganut kepercayaannya masing-masing.
Q      Kepolosan pada kepribadianya masih menjadi kebiasaan dalam kehidupan.
Q      Senang berjalan kaki untuk menuju suatu tempat yang lumayan jauh yang hanya sekedar untuk keperluan hidupnya sehari-hari.
Q      Memelihara binatang produktif telah menjadi pelengkap dalm kehidupanya.
            Dari hal-hal yang disebutkan diatas tadi merupakan contoh yang positif untuk tidak berkehidupan berlebih-lebihan yang hanya sekedar untuk melepaskan kesenangan yang hanya sesaat. Manusia memang tidak pernah luput dari kesalah tetapi ini adalah sebagai pembelajaran untuk hari esok yang lebik baik lagi.

Pelapisan Sosial Dan Kesamaan Derajat

Pusara Laskar Pembaruan


          Proses interaksi yang berkesinambungan pasti akan selalu diikuti oleh perubahan sosial budayanya. Perubahan sosial budaya itu sendiri adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatannya didalam suatu masyarakat yang memengaruhi proses sosialnya, yang termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola prilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakatnya.


Kata pusara itu yang diartikan sebagai suatu arus didalam kelompok-kelompok masyarakat yang menuju untuk suatu tujuan bersama. Laskar yang diartikan dengan suatu wadah kehidupan bermasyarakat yang berbudaya. Dan Pembaruan ialah diartikan dari segi materil dan bukan materil yang mempunyai suatu keinginan untuk menimbulkan rasa pada perubahan yang saling terikat pada aktivitas manusia yang terjadi disetiap tata masyarakat baik fisik, etika, pikiran dan politik. Jadi ini adalah perubahan yang secara menyeluruh pada kehidupan manusia untuk menuju pembaruaan yang lebih baik dan sangat bermanfaat pada aktifitas manusia, pembaruan ini sangatlah bergantung pada kondisi masyarakat yang mempengaruhi kelompok lain untuk mempunyai tujuan yang sama.

Dasar dan inti lapisan-lapisan didalam masyarakat adalah karena tidak adanya keseimbangan dalam pembagian hak, kewajiban dan tanggung jawab, serta dalam pembagian nilai-nilai sosial  pengaruhnya diantara anggota masyarakat. Setiap individu sebagai anggota masyarakat mempunyai hak dan kewajiban tertentu. Hak dan kewajiban akan terlihat dalam kedudukan (status) dan peranan (role) yang dijalankan individu tersebut.

Terjadinya pelapisan sosial

1.      Terjadi dengan sendirinya.
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya karena memilikan kepandaian yang lebih, atau kerabat pembuka tanah, seseorang yang memiliki bakat seni, atau sakti.
2.      Terjadi dengan disengaja
Sistem palapisan ini disusun dengan sengaja ditujuan untuk mengejar tujuan bersama yang ditentukan secar jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. sistem ini dapat kita lihat misalnya didalam organisasi pemeritnahan, organisasi politik, di perusahaan besar. Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua sistem ialah :
-  sistem fungsional : merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
-  sistem scalar : merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas (vertikal).

Faktor – faktor yang mepengaruhi perubahan pada manusia :
-       Rasa Bosan
-       Lamanya umur manusia
-       Faktor demografi

Proses perubahan sosial
  1. Penemuan (Discovery), yaitu penambahan sesuatu yang baru pada kebudayaan.
  2. Invensi (Invention), yaitu suatu kombinasi cara penggunaan baru dari pengetahuan.
  3. Difusi kebudayaan, yaitu penyebaran dan peminjaman kebudayaan atau unsur-unsurnya dari suatu masyarakat kemasyarakat lain.
  4. Akulturasi, yaitu fenomena yang muncul sebagai hasil jika kelompok-kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan berbeda-beda bertemu dan mengadakan kontak secara langsung dan terus-menmerus.
  5. Asimilasi, yaitu suatu proses sosial yang berlanjut yang ditandai oleh makin kurangnya perbedaaan anatara individu-individu dan antara kelompok-kelompok, dan eratnya persatuan aksi, sikap, dan proses mental yang berhubungan dengan kepentingan yang sudah melebur tadi.

”Setiap individu sebagai anggota masyarakat mempunyai hak dan kewajiban tertentu. Hak dan kewajiban akan terlihat dalam kedudukan (status) dan peranan (role) yang dijalankan individu tersebut”.

Warga Negara dan Negara

TANNAS DI INDONESIA


Sejak proklamasi di Indonesia mengalami gejolak dan ancaman dari dalam dan luar negeri. Negara Indonesia mendapat pembrontakan dan menjadi ajang kepentingan bangsa atau Negara maju. Walaupun mengalami gejolak ancaman dan tantangan, rakyat Indonesia tetap tegak berdiri sebagai bangsa yang merdeka, karena memiliki keuletan dan juga ketanguhan dalam mengatasi setiap hambatan, tantangan, ancaman dan gangguan. Negara RI yang memiliki UUD 1945 sebagai konstitusinya dan kedaulatannya pun berada ditangan rakyatnya sendiri.

TANNAS atau singkatan dari Ketahanan Nasional itulah yang berisi Keuletan dan Ketangguhan yang mendukung kemampuan untuk mengembangkan kedaulatan nasionalnya dalm menghadapi dan mengatasi segala hambatan, tantangan dan gangguan yang datang dari luar dan dalam untuk menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara untuk mecapai tujuan nasional. Pernyataan ini terdapat pada alinea IV Pembukaaan UUD 1945.

Pokok Pikiran TANNAS.
Ø  Manusia yang berbudaya, yang selalu berhubungan dengan :
-       TUHAN dengan Agama
-       Cita-cita dengan Idoelogi
-       Manusia dengan Sosialisai
-       Pemanfaatan alam dengan IPTEK
-       Rasa aman dengan Pertahanan keamanan
Ø  Tujuan nasional, Filsafat Indonesia.

Konsep TANNAS INDONESIA, yaitu :
1. Pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan serta kesejahteraan.
2. Keamanan yang seimbang, serasi, selaras, dalam kehidupan secara utuh dan menyeluruh.
3.    Berlandaskan dengan PANCASILA, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara.

Asas-asas dalam TANNAS yaitu adalah tata kelakuan yang berdasarkan nilai “PANCASILA” UUD ’45. Asas –asasnya yang terdiri dari :
1.      Asas kesejahteraan dan keamanan.
2.      Asas komprensip integral dan menyeluruh / tersrbar.
3.      Asas MAWAS kedalam dan keluar.
4.      Asas kekeluargaan.

Adapun sifat-sifatnya didalam TANNAS, yang memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terandung dalam landasan dan asas-asasnya, yaitu :
·         Mandiri, yang berarti percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri serta keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah yang menguntungkan dalam perkembangan global.
·         Dinamis, yaitu TANNAS yang diorientasikan kemasa depan yang bergantung dengan kondisi bangsa dan lingkungan strategisnya.
·         Wibawa, adalah keberhasilan TANNAS yang meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa.
·         Konsultasi dan kerjasama, Pada TANNAS tidak mengutamakan sikap komprotatiatif dan antagonis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata serta mengutamakan kerjasama, sikap konsultatif danjuga saling menghargai.

Negara yang merupakan alat dari masyarakat mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan mansia dalam masyarakat, Negara mempunyai 2 tugas utama yaitu :
1.      Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu dengan lainnya
2.      Mengatur dan menyatukan kegiatan-kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan besama yang disesuaikan dan diarakan pada tujuan Negara.

Sifat – sifat didalam Negara yaitu :
1.      Sifat memaksa, artinya Negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarkhi
2.      Sifat monopoli, artinya Negara mempunyai hak kuasa tunggal dan menetapkan tujuan bersama dari masyarakat
3.      Sifat mencakup semua, artinya semua peraturan perundangan mengenai semua orang tanpa terkecuali.