Senin, 28 Oktober 2013

KORELASI BAHASA INDONESIA & SISTEM INFORMASI

Korelasi Antara Bahasa Indonesia & Sistem Informasi

Seperti yang anda ketahui setiap ilmu pasti ada hubungannya satu sama lain, entah itu hubungan antara Matematika dan Fisika, Geografi dan Biologi, dll. Sekarang saya akan menjelaskan apa itu korelasi / hubungan antara Bahasa Indonesia dan Sistem Informasi.

BAHASA

Saya akan mulai dengan pengertian Bahasa, menurut saya sendiri Bahasa itu suatu cara untuk berkomunikasi antara manusia yang terdiri dari kata – kata dan saling di mengerti satu sama lain. Dengan begitu kita dapat menyampaikan apa yang kita bicarakan dan di mengerti oleh lawan yang kita ajak berkomukasi. Memang banyak sekali Bahasa di dunia ini, karena tema kita Bahasa Indonesia & Sistem Informasi, jadi kita hanya membahas Bahasa Indonesia.

SISTEM INFORMASI

Sekarang saya akan menjelaskan apa itu Sistem, menurut saya sendiri Sistem adalah suatu kerja yang saling berkaitan satu sama lain dengan satu tujuan tertentu. Sedangkan Informasi yaitu suatu data yang berbentuk tulisan atau suara yang bisa di terima dan manfaatkan satu sama lain. Jadi menurut saya Sistem Informasi yaitu suatu kerja yang yang saling berhubungan dan dapat di sampaikan dalam bentuk suara atau tulisan dengan manfaat 1 tujuan tertentu.

KESIMPULAN :

Jadi kesimpulan saya tentang Korelasi Bahasa Indonesia & Sistem Informasi adalah dengan adanya Bahasa kita dapat berhubungan langsung dengan Sistem Informasi tersebut, karena Bahasa adalah sarana sekaligus jembatan untuk berhubungan dengan Sistem Informasi, kita dapat mengerti dan mempelajari apa itu Sistem Informasi.


Sumber : Tommy Syandika Febriyansyah

Selasa, 18 Juni 2013

SOAL ESSAY

1. Apa pengertian dari produksi dengan 1 faktor produksi variable ?
Jawaban:
Yaitu analisis jangka pendek dimana ada factor produksi yang tidak dapat diubah


2. Sebutkan macam-macam elastisitas permintaan ?
Jawab :
a. Permintaan Inelastis (ed>1)
b. Permintaan Unitary (ed1)
b. Penawaran Unita(es<1)
c. Penawaran Elastis (es=1)
d. Penawaran Inelastis Sempurna(es=~)
e. Penawaran Elastis Sempurna (es= 0)

SOAL PILIHAN GANDA

1. Apa yang harus di perhatikan untuk produksi yang menggunakan 1 faktor input secara teoritis ?
A. MP dan AP (Jawaban)                    C. DA dan DM
B. PA dan PM                                     D. AD dan MD


2. Konsep elastisitas juga digunakan dalam teori produksi dengan menggunakan 2 faktor input. Secara khusus fungsi produksi yang memanfaatkan parameter nilai elastisitas produksi adalah fungsi produksi ?
A. Joulie – Thompson                          C. Cobb – Douglas (Jawaban)
B. A.Frank – Billy                                D. Newton – Shelnutt

Senin, 01 April 2013

ELASTISITAS PRODUKSI UNTUK 1 FAKTOR INPUT (1 FAKTOR PRODUKSI) DAN 2 FAKTOR INPUT (2 FAKTOR PRODUKSI)

ELASTISITAS PRODUKSI UNTUK 1 FAKTOR INPUT (1 FAKTOR PRODUKSI)

Untuk produksi yang menggunakan 1 faktor input secara teoritis telah dijelaskan bagaimana strategi penggunaan tersebut yitu dengan memperhatikan MP dan AP. Bila MP = 0, maka sebaiknya tidak perlu menambahkan factor input lagi. Bila MP = AP maka produksi relatif sudah mapan/stabil, dengandemikian produksi tidak perlu menambahkan factor input lagi? Tapi menentukan nilai MP = 0 terkadang relative sulit bila tidak mengektrapolasinya dengan memanfaatkan model dan gaya matematika (teknik derivasi), lagi pula hal ini relative mengandung resiko karena jarang ada perusahaan bisa menentukan kapan tambahan factor input tidak memberikan tambahan apa-apa pada produksi. Kesulitan ini bisa diatasi dengan menentukan nilai elastisitas produksinya dengan rumus :
            Untuk Q  = TP = produksi
            Untuk I = input = factor produksi
Maka elastisitas produksinya :



 Jadi elastisitas tidak lain adalah perbandingan antara nilai marginal produksi dengan rata – rata produksi. Misalkan MP = AP maka EP = , jadi pantaslah mengapa produksi dianggap sudah mapan bila MP = AP, karena tambahan 1 faktor input hanya akan memberikan tambahan 1 produksi dalam produksi. Akan tetapi bila MP > AP maka produksi tentu saja bersifat elastic. Bila ini terjadi maka penambahan faktor input layak untuk dilakukan karena untuk setiap penambahan 1 faktor input akan memberikan penambahan lebih dari 1 jumlah produksi.


ELASTISITAS PRODUKSI UNTUK 2 FAKTOR INPUT (2 FAKTOR PRODUKSI)

Konsep elastisitas juga digunakan dalam teori produksi dengan menggunakan 2 faktor input. Secara khusus fungsi produksi yang memanfaatkan parameter nilai elastisitas produksi adalah fungsi produksi Cobb – Douglas.
            J.W Cobb dan P.H Douglas dari Amerika serikat pada 1928 (Sudarsono, 1990,h. 115) memperkenalkan suatu fungsi produksi yang diberi nama sesuai dengan nama mereka yaitu Cobb-Douglas, sebagai berikut :
di mana:




Q = Produksi
b0=Indeks efisiensi
b1=Parameter L (tenaga kerja)                     
b2=Parameter K(modal)
untuk menyatakan nilai maksimum atas perubahan L dan K terhadap produksi maka perlu digunakan pendekatan matematis dengan cara menentukan nilai turunan pertama dari masing-masing factor input (L dan K) tersebut secara parsial sebagai berikut : 

Untuk faktor input L terhadap produksi : 


Untuk faktor input K terhadap produksi :